Oleh:
Uus Susanto, S.Pd.
Kepala SDN 2 Karangmangu
Koordinator Pengajar Praktik Kabupaten Kuningan
Sebelum membahas lebih jauh mengenai
kegiatan lokakarya perdana kita perlu mengenal apa yang dimaksud dengan Pendidikan
Guru Penggerak (PGP). Program Guru
Penggerak yang diluncurkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Indnesia yaitu Nadiem Anwar Makarim merupakan bagian dari kebijakan
Merdeka Belajar. Melalui Program Guru Penggerak, Calon Guru Penggerak
(CGP) harus meningkatkan kompetensinya sebagai pemimpin pembelajaran yang
berpusat pada murid.
Selama pelaksanaan program, CGP akan
dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan Pengajar Praktik profesional.
Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan dan pengembangan kompetensi dalam
Lokakarya Bersama. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya,
konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak secara
gratis. Selama pelaksanaan program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya
sebagai guru.
Mengawali kegiatan PGP, telah dilaksanakan
kegiatan lokakarya perdana hari Sabtu, 7 Agustus 2021 secara daring. Kegiatan
dimulai tepat pukul 08.00 s.d. 09.30 berlangsung dengan lancar dan sukses, diawali
dengan pembukaan dari Dr. H. Agus Djaja Diharja, M.Pd. selaku Kapokja Humas dan
Kerjasama P4TK TK PLB, dilanjut oleh Drs. Asep Suhanggan, M.M.Pd. selaku Kepala
Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan H. Pipin Mansur Aripin,
M.Pd. selaku Kepala Bidang GTK Disdikbud Kabupaten Kuningan.
Dari ketiga sambutan tersebut bisa diambil poin penting bahwa, Calon Guru Penggerak (CGP) dirancang untuk dapat mencetak sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam ekosistem pendidikan. Melalui Program Guru Penggerak, memberikan kesempatan kepada para guru-guru terbaik bangsa untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia. Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.
Setelah kegiatan pembukaan selesai dilanjutkan pada sesi kegiatan pendahuluan. Kegiatan ini dihadiri oleh fasilitator yaitu Ibu Ebah Suhaebah, kegiatan tersebut diisi oleh 2 pengajar praktik Bapak Uus Susanto kelas B dan Ibu Ecin Kuraesin kelas A, untuk peserta dari CGP diikuti 12 dan 12 kepala sekolah. Calon Guru Penggerak (CGP) Kelas A diikuti oleh: Dodi Awaludin, Encum Sumiati, Irdan Handoko, Kitri Dwi Handayani, Lia Amalia, dan Oyo Ardiyana. Kelas B diantaranya: Ade Nasrullah, Endi Sarhondi, Laela Nur Sholih, Lilis, Maman Rachman, dan Naryo.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 s.d. 15.15 WIB. Adapun agenda kegiatan lokakarya berdana sebagai berikut: 1) Pembukaan Lokakarya Perdana, 2) Sesi Kegiatan Pendahuluan - Agenda dan Tujuan Lokakarya - Games Perkenalan Diri - Kesepakatan Kelas, 3) Sesi Kegiatan Inti - Harapan dan Kekhawatiran - Perjalanan Guru Penggerak - Komitmen Bersama, 4) Sesi Kegiatan Penutup.
Refleksi Peserta. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan dari setiap sesinya telah menghasilkan produk diantaranya:
![]() |
| Kesepakatan Kelas |
![]() |
| Harapan dan Kekhawatiran |
1. Calon Guru Penggerak telah mengenal ekosistem
belajar di Program Pendidikan Guru Penggerak
2. Calon Guru Penggerak telah mengidentifikasi
dukungan yang diperlukan selama proses Pendidikan Guru Penggerak dan membuat
rencana belajarnya
3. Calon Guru Penggerak telah mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang akan
muncul saat program berlangsung
4. Calon Guru Penggerak telah mengidentifikasi fungsi dan peran fasilitator dan Pengajar Praktik GP
Mengutif dari tulisan Pak Dadang di grup WA G-PP-PGP3, beliau mengatakan “Apresiasi yang luar biasa dan ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Ibu dan Bapak pengajar praktik atas semangat, dedikasi dan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik bagi para CGPnya dalam lokakarya perdana hari ini, semoga lelah kita hari ini menjadi lillah. Walaupun secara daring dan membutuhkan effort lebih saya yakin ibu bapa hebat dapat mengambil hikmah dan pelajaran pada lokakarya hari ini. Senang rasanya kita bisa ambil bagian sekecil apapun dalam proses transformasi pendidikan di Indonesia”. Diawali dengan baik dan berharap selama Sembilan bulan kedepan bisa bersajalan dengan sukses, dan berakhir dengan hasil Indonesia emas 2045.
Wallahualam.





Semoga kita selalu sehat dan semangat dalam segala perjuanagn.
BalasHapusSemoga kita menjadi manusia yang bisa menjagi penggerak diri sendiri dan mengajak orang lain untuk bergerak lebih maju.
BalasHapus