![]() |
INDONESIA
bagai dua sisi mata uang logam. Di satu sisi, kita harus mengejar
ketertinggalan di bidang pembangunan infrastruktur fisik. Di sisi lain, kita
juga harus segera mengatasi kemunduran dalam pembangunan infrastruktur nilai
yang menyebabkan retakan-retakan dalam arsitektur kebangsaan. Pembangunan jiwa
lewat pembangunan infrastruktur nilai sangat mendesak dilakukan. Indonesia
berkejaran dengan waktu untuk mengatasi degenerasi dalam karakter jati diri
bangsa. Kita menghadapi gempuran pasar internasional dan ideologi-ideologi
transnasional dalam situasi ketahanan kejiwaan bangsa ini sedang rapuh.

Seperti
dalam undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
dimana pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa. Kemudian di pertegas dalam Undang-Undang Nomor 141 tahun 2005
tentang penjelasan sistem pendidikan nasional (sisdiknas) pasal 3 menyatakan
bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa. Diharapkan pendidikan di Indonesia mampu mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, berahlak dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung
jawab (Elfindri, 2012 : 26).
Guru
adalah profesi yang mempersiapkan sumber daya manusia untuk menyongsong
pembangunan bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Guru dengan segala kemampuannya
dan daya upayanya mempersiapkan pembelajaran bagi peserta didiknya. Sehingga
tidak salah jika kita menempatkan guru sebagai salah satu kunci pembangunan
bangsa menjadi bangsa yang maju dimasa yang akan datang. Dapat dibayangkan jika
guru tidak menempatkan fungsi sebagaimana mestinya, bangsa dan negara ini akan
tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian waktu tidak
terbendung lagi perkembangannya.
Guru
kencing berdiri, murid kencing berlari”. Peribahasa ini menggambarkan pengaruh
perilaku guru terhadap perilaku muridnya. Pendidikan di tingkat prasekolah dan
tingkat dasar, perilaku guru merupakan model bagi murid dalam berperilaku baik
di dalam maupun di luar kelas. Guru merupakan pihak dari pemerintah yang
bertugas membentuk karakter anak didik, terutama selama proses pendidikan di
sekolah.
Ada beberapa peranan yang seharusnya dilakukan oleh seorang
guru dalam membangun infrastruktur karakter bangsa dengan karakteristik guru
“ideal” seperti: 1) inspiratif, yang mampu mendidik, memberi teladan
yang baik, dan bisa memahami kondisi kejiwaan peserta didik, serta mampu
memotivasi dan memberi semangat peserta didiknya ke arah kemajuan; 2) dedikatif, yang mendedikasikan dirinya dengan penuh kesadaran,
perjuangan, pengorbanan, dan keteladanan demi penyelenggaraan pendidikan di
sekolah; 3)empatik berupa kegiatan
berpikir individu mengenai “rasa” yang dia hasilkan ketika berhubungan dengan
orang lain sehingga ketika seseorang merasakan perasaan orang lain dan
menangkap arti perasaan itu, kemudian mengkomunikasikannya dengan kepekaan
sedemikian rupa hingga menunjukkan bahwa guru sungguh-sungguh mengerti perasaan
siswanya; 4) Akhlak mulia, guru tentu banyak berinteraksi dengan banyak orang, terutama
dengan orang tua murid dan murid-murid kita sendiri. sudah sepatutnya kita
sebagai guru untuk terus menjaga akhlak kita dimanapun kita berada. karena guru
merupakan teladan terbaik bagi muridnya; 5) Luhur Budi, manusia yang mempunyai ciri-ciri budi luhur dalam
kehidupannya, sehingga dapat diteladani oleh orang lain. Ciri yang dimaksud
adalah perilaku yang terpuji, sesuai dengan pengertian budi luhur. Budi adalah
sikap dan perilaku, sedangkan luhur artinya tinggi atau mulia. Manusia berbudi
luhur mempunyai kecerdasan akal, mampu mengendalikan emosi atau perasaannya,
berbahasa dengan baik, memiliki kecerdasan spiritual, dan bekerja secara cerdas.
Guru
ideal adalah sosok guru yang mampu untuk menjadi panutan dan selalu memberikan
contoh atau keteladanan. Ilmunya seperti mata air yang tak pernah
habis. Semakin diambil semakin jernih airnya.

Inspired...
BalasHapusthanks lot of
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus